BADAN PENGELOLA PENDAPATAN DAERAH
PROVINSI JAWA TENGAH

Jalan Pemuda Nomor 1, Semarang 50142, Jawa Tengah, Indonesia
Phone : (024) 3515514, Fax : (024) 3541673, 3569086

Kunjungan Kerja Wagub di Desa Taji

Tuesday , 22 - October - 2019 | BPPD

Kunjungan Kerja Wagub di Desa Taji

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyebut masyarakat Desa Taji, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, pada dasarnya tidak miskin. Hanya, masih ada masalah budaya yang harus diperbaiki, salah satunya kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya.

“Saya tadi diajak motoran keliling Desa Taji. Saya lihat tidak miskin. Rumah-rumah tertata rapi dan bagus, tetapi masih ada masalah budaya yang belum diperbaiki. Saya masih lihat sampah menumpuk di sungai, terus di halaman atau di sekitar rumah warga,” kata Wagub saat melakukan kunjungan kerja di Desa Binaan Bapenda Jateng tersebut, Rabu (2/10/2019).

Taj Yasin menjelaskan, kalau dibuang pada tempatnya dan dipilah, sampah-sampah yang ada itu akan memiiki harga. Salah satunya, jika memanfaatkannya untuk kerajinan sehingga menjadi potensi yang bisa mengangkat perekonomian warga desa.

“Untuk mengentaskan kemiskinan dan mengeluarkan Desa Taji dari kategori merah, maka dibutuhkan kerja sama dan gotong royong dari pemerintah dan masyarakat. Pemerintah dalam hal ini sudah bergerak melalui masing-masing SKPD yang diharuskan memiliki satu desa binaan. Nah Desa Taji ini sekarang adalah binaan dari BPPD Jateng,” ungkapnya.

Masuknya BPPD Jateng yang menjadikan Desa Taji sebagai desa binaan diharapkan membawa perubahan bagi kehidupan masyarakat. Hal itu sudah dimulai dengan beberapa program yang dilakukan di Desa Taji. Seperti upaya normalisasi sungai di desa tersebut dengan pengerukan dan pembersihan dari sampah yang menumpuk. Kemudian pemberdayaan masyarakat dengan pelatihan ecobrick dan biogas sebagai upaya pemanfaatan sampah.

“Tadi saya juga lihat pertanian di sini sebenarnya bagus, hanya perairannya yang sulit. Tadi kepala desa sudah bilang ke saya kalau butuh peralatan untuk perairan sawah. Airnya nanti akan diambil dari sungai,” paparnya.

Sementara permasalahan lain yang mulai dientaskan adalah masalah jamban. Di mana Desa Taji sudah mendapat sertifikat bebas bung air besar sembarangan tetapi masih ada rumah yang belum memiliki jamban. Kemudian masalah RTLH yang sudah dianggarkan oleh Pemprov dan Pemkab ternyata masih ada yang belum terjangkau. Melalui BPPD Jateng, permasalahan-permasalahan itu sudah tertangani.

“Dari laporan BPPD, RTLH yang belum selesai sudah dibantu, rumah yang belum punya jamban sudah dibuatkan ada 40 rumah. Sungai juga sudah dikeruk dari sampah dan limbah yang menumpuk sehingga alirannya lancar. Di desa ini ternyata juga ada potensi lain seperti ada pembatik, pembuat biola, dan sudah dimulai soal ecobrick dan biogas. Ini perlu terus dikembangkan,” ungkap pria yang akrab disap Gus Yasin ini.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Klaten Jaka Sawaldi mengatakan, Desa Taji memang masuk dalam kategori merah di Klaten. Kondisi Desa Taji memang memerlukan dukungan, khususnya terkait pertanian.

“Di musim kemarau di daerah ini butuh suplai air, kemudian kondisi sungai atau tanggul yang juga membutuhkan perbaikan. Masuknya SKPD Pemprov Jateng, dalam hal ini BPPD Jateng, diharapkan bisa membantu mengentaskan desa merah ini

 

Berita Terkait

post4

3rd Run Against Cancer 2020 Hadir Kembali

Tuesday , 7 - January - 2020 | BPPD

Untuk memperingati Hari Kanker Sedunia yang jatuh pada tanggal 04 Februari, Perhimpunan Hematologi Onkologi Medik Ilmu Penyakit Dalam Indonesia  (PERHOMPEDIN) cabang Semarang mengadakan acara 3rd…

post4

Pengundian Gebyar SAMSAT Jawa Tengah 2019

Sunday , 24 - November - 2019 | BPPD

Pengundian Tahap I Gebyar SAMSAT Jawa Tengah 2019 telah dilaksanakan pada tanggal 24 November 2019 di Aula Badan Pengelola Pendapatan Daerah (BAPENDA) Provinsi Jawa Tengah,…