BADAN PENGELOLA PENDAPATAN DAERAH (BPPD)
PROVINSI JAWA TENGAH

Jalan Pemuda Nomor 1, Semarang 50142, Jawa Tengah, Indonesia
Phone : (024) 3515514, Fax : (024) 3541673, 3569086

Tim Penggerak PKK Jateng

Monday , 18 - April - 2016 | BPPD

Dalam upaya untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sector Pajak Kendaraan Bermotor sekaligus menyadarkan masyarakat wajib pajak Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah (DPPAD) Provinsi Jawa tengah terus membuka link kerjasama dengan berbagai institusi apa saja. Salah satunya menggandeng Tim Penggerak (TP) PKK Jateng untuk mendorong wajib pajak membayar kewajibannya melalui lingkungan keluarga.

TP PKK diminta ikut menyosialisasikan pajak daerah dan penanganan piutang pajak kendaraan bermotor. Terobosan ini dilakukan untuk mengurangi tingginya tunggakan pajak di Jawa Tengah. Sektor pajak merupakan pendapatan tertinggi untuk Jateng.

Kepala DPPAD Provinsi Jawa Tengah, Hendry Sentosa mengungkapkan, padahal di tahun 2015 lalu pihaknya sudah bekerjasama dengan kabupaten/ kota untuk sosialisasi tentang pajak daerah di dua tempat, yakni di kecamatan dan sekolahan.

“Alhamdulillah, bisa mengurangi tunggakan pajak. Semula di 2014 tunggakan pajak dalam setahun mencapai Rp 500 miliar, pada 2015 turun menjadi Rp 307 miliar. Tapi itu pun masih sangat tinggi,” katanya saat menggelar MoU dengan TP PKK Jateng dan Kabupaten/Kota di Aula Kantor Bapermasdes.

Menurutnya, dengan menggandeng TP PKK dinilai dapat memberikan sosialisasi hingga ke lingkungan keluarga. Ibu rumah tangga selaku pengendali keuangan keluarga memiliki peran penting untuk dapat mengingatkan suami dan anaknya untuk bayar pajak.

Hendry mengungkapkan pengalamannya saat menggelar acara sosialisasi pajak daerah di sekolah. Saat itu siswa yang memenangkan sebuah permainan, harus menunjukan STNK-nya. Kenyataannya beberapa pemenang diketahui belum membayarkan pajak kendaraannya.

“Ketika ditanya mengapa belum membayar pajak, siswa mengaku tidak diberitahu orang tuanya. Jadi, peran ibu-ibu sangat penting karena ‘menteri keuangan’ keluarga itu ya ibu-ibu,” ungkapnya.

Ia berharap, melalui lingkungan keluarga ini nantinya selain dapat mengurangi tunggakan pajak kendaraan bermotor, akan sangat membantu meningkatkan pajak daerah karena sebagian besar pendapatan dibagi hasil kepada kabupaten/ kota.

“Tentunya juga bisa meningkatkan kesadaran wajib pajak dalam membayar pajak kendaraan bermotor,” katanya.

Berita Terkait

post4

JUMAT BERKAH BPPD PROVINSI JAWA TENGAH

Friday , 5 - April - 2019 | BPPD

Badan Pengelola Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Tengah mengadakan kegiatan “Jumat Berkah” pada Jumat 05/04/2019. Kegiatan sosial yang berbentuk pembagian nasi bungkus kepada warga masyarakat sekitar…