BADAN PENGELOLA PENDAPATAN DAERAH
PROVINSI JAWA TENGAH

Jalan Pemuda Nomor 1, Semarang
Jawa Tengah, Indonesia

RAZIA SIMPATIK DI KOTA LAMA YANG CANTIK

Senin , 22 - Juni - 2015 | BPPD

razia-smg1-1SEMARANG – Ada sesuatu pemandangan yang unik dan tidak biasa dilihat oleh masyarakat kota Semarang yang sedang beraktivitas di lokasi destinasi wisata tepatnya di depan taman Sri Gunting Gereja Blenduk Kota Lama Semarang.  Pagi itu masyarakat kota Semarang disuguhi suatu pemandangan yang unik dan menarik, dimana petugas UP3AD Kota Semarang I yang berpakaian adat Jawa lengkap dengan beskap, selop dan blankonnnya bersama-sama dengan jajaran petugas Polsek Semarang Tengah mengadakan razia kendaraan bermotor untuk memeriksa surat surat kelengkapan berkendaraan yang melewati di Kota Lama Semarang.  Razia bersama ini dilaksanakan secara periodik diwilayah kerja UP3AD Kota Semarang I yang bertujuan untuk menjaring kendaraan bermotor yang masih menunggak pajaknya. Dengan adanya razia bersama ini diharapkan dapat  menggali potensi tunggakan dan mengurangi jumlah piutang pajak kendaraan bermotor  di UP3AD Kota Semarang I.

Dari pantauan ‘Warta DPPAD Jateng’ yang hadir di lapangan, kegiatan yang dilakukan ternyata cukup menyita perhatian publik karena dinilai unik dan menarik,  dimana petugas dari UP3AD Semarang I mengenakan pakaian adat Jawa. Sehingga beberapa pengendara kendaraan bermotor yang tidak kena operasi pun menghentikan sejenak kendaraannya untuk melihat apa yang terjadi. Dan beberapa pengendara lain juga ada yang menanyakan kepada orang disekitar lokasi diadakannya operasi untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan. Adanya operasi tersebut tak pelak sedikit memacetkan jalanan karena razia tersebut menjadi tontonan setiap orang yang melintas. Tak salah memang, karena sebagian orang heran dengan pakaian yang dikenakan pada petugas UP3AD Semarang I yang mengenakan pakaian adat jawa saat operasi. Hal ini dikarenakan masyarakat banyak yang belum tahu bahwa setiap tanggal 15, ASN di lingkungan Pemprov Jateng diharuskan memakai pakaian adat Jateng. Dan ini merupakan kebijakan dari Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. Dan secara kebetulan operasi tersebut diadakan bertepatan dengan tanggal 15, sehingga karyawan/karyawati di lingkungan DPPAD semuanya memakai pakaian adat Jateng.

razia-smg1-2Sementara itu dalam razia tersebut petugas dari jajaran Polsek Semarang Tengah dan Petugas UP3AD Kota Semarang I bersama-sama melakukan operasi pada pengendara kendaraan bermotor baik roda dua maupuan empat. Dari pihak polisi memeriksa kelengkapan surat-surat kelengkapan berkendara, seperti SIM, STNK juga spion maupun lampu kendaraan bermotor. Sedangkan petugas UP3AD Kota Semarang I memeriksa Surat Ketetapan Pajak Daerah ( Notice Pajak ) untuk mengetahui apakah kendaraan tersebut sudah lunas pajak atau masih menunggak pajaknya. Bagi pengendara KBM yang belum membayar pajak kendaraan bermotor sebelum jatuh tempo diingatkan untuk membayar pajak kbm. Sedangkan bagi yang terlihat menunggak pajak kendaraan bermotor oleh petugas UP3AD Kota Semarang I langsung dibuatkan berita acaranya. Dalam razia tersebut Kepala Dinas PPAD Provinsi Jawa Tengah, Hendri Santosa menyempatkan hadir untuk melihat langsung pelaksanaan kegiatan operasi tersebut. Bahkan Kadinas turun langsung menanyakan pengendara yang kedapatan menunggak pajak. “Kenapa sampai menunggak pajak mas,”sapa Kadinas ramah kepada seorang anak muda yangkebetulan terjaring razia dan belum sempat membayar pajak kendaraan bermotornya.

Menurutnya, dirinya mau membayar kemarin tapi belum sempat waktunya hingga terlambat bayar. Terhadap anak muda tersebut Kadinas selanjutnya memberikan himbauan agar segera membayar di kantor Samsat dengan mengurus sendiri karena lebih mudah dan murah. Kepada para wartawan yang hadir di lokasi kegiatan, Kadinas mengatakan, razia kendaraan bermotor ini merupakan upaya untuk mengoptimalkan penanganan piutang pajak kendaraan yang begitu besar. Dan kegiatan ini sebagai peringatan, selanjutnya nanti ditindaklanjuti dengan door to door. Menurut Kadinas kini, penanganan piutang ini juga sudah didukung Pemkot Semarang melalui  Kecamatan dan Kelurahan. Mereka siap membantu mensosialisasikan sampai tingkat bawah. Sehingga nantinya diharapkan masyarakat mau membayar tunggakan pajak dan mempunyai kesadaran untuk membayar pajak kbm. Karena pajak ini juga dikembalikan untuk pembangunan infrastruktur Jateng. Kegiatan yang dilakukan kurang lebih 2 jam tersebut diakhiri pada pukul setengah sepuluh siang dan berhasil menjaring 50 pengendara kendaraan yang menunggak pajak KBM.

Berita Terkait

post4

PENGADAAN AIR CONDITIONER DPPAD

Senin , 22 - Juni - 2015 | BPPD

PENGADAAN AIR CONDITIONER DPPAD   DANA Sumber Dana  : APBD Jateng Pagu                 : Rp.  1.745.000.000,- HPS        …