BADAN PENGELOLA PENDAPATAN DAERAH
PROVINSI JAWA TENGAH

Jalan Pemuda Nomor 1, Semarang
Jawa Tengah, Indonesia

Persoalan Aset Menjadi Tantangan Bersama

Selasa , 19 - April - 2016 | BPPD

Dalam rangka optimalisasi Penatausahaan Pengelolaan Barang Milik Daerah Provinsi Jawa Tengah, pada Dinas PPAD Provinsi Jawa Tengah, berupa aset tanah dan bangunan, Bidang Pengelolaan Aset (Lolaset) Dinas PPAD Prov Jateng, menyelenggarakan Rapat Koordinasi Evaluasi Pemberdayaan Aset. Acara dilaksanakan di Kota Salatiga, Jawa Tengah, dengan dihadiri oleh Para Kasi PPA dan Pembantu Pengurus Barang UP3AD Se- Jawa Tengah.

01-slide-persoalan-aset

Kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam Penatausahaan Pengelolaan Barang Milik Daerah dan Optimalisasi Penggunaan dan Pemanfaatan Barang Milik Daerah di masing- masing pengguna UP3AD, menjadi materi utama yang dibahas dalam kegiatan tersebut.

Kepala Dinas PPAD Prov Jateng, Hendri Santosa, dalam acara pembukaannya memberikan pengarahan, bahwa asset merupakan salah satu yang menjadi catatan penting dalam audit BPK tahun 2014 dengan opini WTP, dan paragraf penjelasan.

Persoalan asset merupakan tantangan bagi kita semua. Untuk mempertahankan opini WTP, laporan hasil pertanggungjawaban tahun 2015 Saya harapkan supaya lebih baik dari sebelumnya,urai Kadinas, memberikan masukannya.

Kegiatan evaluasi dalam rakor yang dilaksanakan diharapkan dapat memberikan solusi pemecahan bersama, karena semua permasalahan yang muncul dapat dikomunikasikan dengan baik antar UP3AD se Jawa Tengah bersama nara sumber.

Dari hasil diskusi dari peserta rapat tersebut, DPPAD selaku Pembantu Pengelola sekaligus selaku pengguna menekankan pada para pengguna di UP3AD agar status penggunaan dan pemanfaatan setiap barang yang digunakan mampu mendukung tugas pokok dan fungsi. Ini sesuai dengan pelaksanaan amanah PP 27 Tahun 2014 dan Permendagri 17 Tahun 2007. Yaitu setiap akhir tahun kuasa pengguna wajib mengusulkan status penggunaan dan pemanfaatan kepada Pengelola.

02-slide-persoalan-aset

Para UP3AD selaku kuasa pengguna dari sisi penggunaan dan pemanfaatan aset yang tidak optimal agar dapat dilaporkan kepada pengguna untuk dilaporkan kepada pengelola setiap tahun, sekaligus untuk dapat memantau aset-aset khususnya tanah dan bangunan dalam pengelolaan DPPAD yang belum diberdayakan.
Rakor seperti ini diharapkan dapat dilakukan secara berkesinambungan dan berkelanjutan. Karena bermanfaat untuk mencari solusi dan memecahkan berbagai permasalahan yang muncul. ***

Berita Terkait

post4

PENGADAAN AIR CONDITIONER DPPAD

Senin , 22 - Juni - 2015 | BPPD

PENGADAAN AIR CONDITIONER DPPAD   DANA Sumber Dana  : APBD Jateng Pagu                 : Rp.  1.745.000.000,- HPS        …