BADAN PENGELOLA PENDAPATAN DAERAH
PROVINSI JAWA TENGAH

Jalan Pemuda Nomor 1, Semarang
Jawa Tengah, Indonesia

Kartu Tanda Masuk Bagi Pembayar Pajak Mendapat Respon Positif Dari Mitra Kerja di Samsat Sragen

Selasa , 19 - April - 2016 | BPPD

Sekto Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Biaya Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) masih menjadi primadona pendapatan daerah bagi Provinsi Jawa Tengah.

Tak heran bila Gubernur Jateng, tak pernah lelah memantau dan mencermati secara seksama pelaksanaan kinerja pemungutan PKB dan BBNKB di Samsat seluruh Jateng, baik melalui kunjungan langsung maupun memantau pelayanan WP melalui media sosial, dalam upaya Pendapatan Daerah sektor PKB dan BBNKB dapat diperoleh secara optimal.

Dalam mensikapi hal tersebut Kepala DPPAD Jateng bersama jajaran dari pusat hingga daerah tak henti membuat inovasi-inovasi layanan dan terobosan peningkatan layanan di Samsat agar para WP kendaraan bermotor merasa nyaman, aman, mudah, dekat dan cepat.

Harapannya dengan pelayanan samsat yang semakin baik, kesadaran WP menjadi tumbuh dan berimbas pada signifikannya perolehan PKB dan BBNKB, serta mampu mengurangi tunggakan PKB.

Salah satu langkah inovatif yang dilakukan adalah kebijakan yang sangat memudahkan dan mempercepat proses layanan di samsat yaitu pembayaran PKB ulang satu tahunan/pengesahan STNK; wajib pajak tidak perlu mengambil formulir SPOPD, tapi langsung ke loket pendaftaran hanya dengan membawa STNK dan KTP saja. Dan kebijakan tersebut mulai dilaksanakan pada tanggal 25 januari 2016 lalu.

Namun demikian upaya-upaya percepatan dan kemudahan layanan yang di lakukan oleh DPPAD Jateng beserta UP3AD/Samsat se-Jateng, dimana salah satu tujuannya adalah memberikan kenyamanan pada wajib pajak, tidak akan terwujud dengan baik, manakala ketertiban layanan terganggu dengan keberadaan banyaknya calo /biro jasa.

01-kartu-tanda-masuk

 

Kartu Tanda Masuk

Untuk mengurangi dan menekan pergerakan para calo ini UP3AD/Samsat Kabupaten Sragen telah melakukan langkah terobosan dengan menerbitkan beberapa kartu tanda masuk ke ruang layanan Samsat Sragen.

Kartu tanda masuk ini dibedakan 3 (tiga) jenis sesuai jenis pembayar wajib pajak. Kartu tersebut meliputi :

  1. Wajib pajak pembayar PKB 1 tahunan dan ganti STNK;
  2. Wajib pajak BBN I dan BBN II;
  3. Perwakilan calo/biro jasa (hnya disediakan 3 buah).

Menurut Kepala UP3AD Kab Sragen, Koeswardono B Chris SH MM untuk kartu tanda biro jasa, kita memang sengaja menyediakan 3 buah. Diharapkan dengan jumlah yang sedikit itu para biro jasa tidak berkeliaran di ruang layanan Samsat dan mengganggu kenyamanan wajib pajak dalam memenuhi kewajibannya membayar pajak kbm.

02-kartu-tanda-masuk

Yang sangat menggembirakan, ide pemberian kartu tanda masuk tersebut mendapat respon dan dukungan penuh dan mitra kerja Samsat Sragen yaitu kepolisian dalam hal ini bapak Kapolres Sragen AKBP Ari Wibowo, Ibu Kasatlantas dan Paur STNK Samsat Sragen Aiptu Bawani.

Lebih dari itu sebagai wujud dukungan, pihak polri di Samsat Sragen ikut serta bersama membantu membuatkan desaign sampai mekanisme pemberian kartu masuk untuk diberikan di pintu masuk Samsat dan diserahkan di loket pendistribuan STNK dan TNKB (loket).

03-kartu-tanda-masukKartu tanda masuk sebagai pembeda pembayar pajak ini bahkan diapresiasi oleh Kapolres Sragen dengan meninjau langsung pelaksanaan pembayaran PKB tahunan langsung ke loket pendaftaran dan pemberian kartu masuk Samsat Sragen.***

Berita Terkait

post4

PENGADAAN AIR CONDITIONER DPPAD

Senin , 22 - Juni - 2015 | BPPD

PENGADAAN AIR CONDITIONER DPPAD   DANA Sumber Dana  : APBD Jateng Pagu                 : Rp.  1.745.000.000,- HPS        …