BADAN PENGELOLA PENDAPATAN DAERAH
PROVINSI JAWA TENGAH

Jalan Pemuda Nomor 1, Semarang
Jawa Tengah, Indonesia

DWP DPPAD Jateng Gelar Lomba Pakai Kain Jarik

Rabu , 2 - Juli - 2014 | BPPD

DSC_0403_640x428_320x21421 April, adalah hari kelahiran Raden Ajeng Kartini. Pahlawan emansipasi wanita yang kita kenal sangat gigih memperjuangkan hak-hak kaum wanita hingga akhir hayatnya. Peringatan hari Kartini sebagai suatu bukti bahwa kita sebagai bangsa yang besar tidak lupa atas jasa pahlawannya. Berkat Kartinilah para perempuan bisa mensejajarkan dirinya dengan kaum laki-laki dalam bidang kehidupan dan kemasyarakan. Perjuangan pahlawan wanita kelahiran Mayong Jepara ini kini menginspirasi banyak orang, khususnya kaum hawa untuk mampu sejajar dengan kaum adam. Keberhasilan kaum wanita dalam berbagai bidang kehidupan sudah banyak kita saksikan. Dan itulah bukti tak terbantahkan bahwa apa yang diperjuangkan RA Kartini pada masanya membawa kemanfaatan yang sangat besar pada masa kini bahkan untuk masa yang akan datang.

Untuk mengenang jasa yang telah diperjuangkan RA Kartini, berbagai intitusi dan organisasi secara kolekstif memperingatinya. Secara umum masyarakat terbiasa menggelar lomba berpakaian adat nusantara yang diidentikkan dengan perempuan. Tapi nyatanya, tak jarang lomba yang digelar pada institusi juga melibatkan laki-laki yang juga berpakaian adat. Ini sebagai bukti bahwa RA Kartini tidak hanya menanamkan kesetaraan genter bagi kaumnya tapi telah jauh memberikan spirit kebersamaan dalam membina hubungan lelaki dan perempuan.

DWP DPPAD Jateng, dalam rangka memperingati hari Kartini yang ke 135 mencoba sesuatu pendekatan berbeda dari biasanya. Kali ini Ketua DWP DPPAD Jateng, dibawah kepemimpinan Ny Nur Indriyani Herry Supangkat, memperingatinya dengan menggelar suatu lomba cara memakai kain jarit dan stagen (Jarik-red ). Lomba diikuti oleh perwakilan beberapa bidang dan worokawuri dilingkungan DPPAD Jateng.

Dalam uraiannya Nur Indriyani menyampaikan tujuan diadakannya kegiatan tersebut adalah untuk melestarikan budaya Jawa. Menurutnya saat ini sangat langka orang memakai kain jarit tanpa jahitan.”kita berharap sebagai perempuan setidaknya tahu cara memakai kain yang benar. Saya juga berharap kita sebagai kaum wanita dapat meneruskan perjuangan RA Kartini melalui yang kita bisa, baik karier maupun bidang social kemasyarakatan. “Sekarang kita lihat sudah banyak wanita yang mampu mensejajarkan diri dengan pria dalam berkarier. Namun pesan saya kita jangan sampai lupa dengan kodrat kita sebagai seorang istri yang patuh sebagai pendamping suami,”urainya.

Ribet

DSC_0438_640x428_320x214Lomba yang digelar diikuti oleh 16 peserta dari bidang-bidang di DPPAD Jateng. Selain lomba mengenakan jarit dan kendit. Para peserta juga diharuskan mengenakannya dan berjalan dihadapan para juri dari sanggar kecantikan Tiara Suci. Cara mengenakan jarit ternyata tidak semudah yang mereka bayangkan. Ribet dan rumit setidaknya menjadi bagian dari kegiatan. Bahkan tidak sedikit dari peserta yang apa adanya dalam memakai kain karena tidak terbiasa dengan keribetan. Kemudian cara duduk dan berjalan juga menjadi salah satu penilaian juri. Keluwesan, dan tentu saja kerapian menjadi bagian dari penilaian yang tentunya juga dibatasi oleh waktu.  Beberapa peserta dalam sesi berjalan layaknya di catwalk, nampak tidak sedikit yang canggung bahkan berjalan apa adanya. Namun juga ada beberapa yang memang menguasai body language secara betul.

Budaya memakai kain jarik memang sudah jarang dilakukan oleh para wanita masa kini. Selain ribet, kain jarik tampaknya juga sudah tertinggal dari segi desain. Namun demikian dalam beberapa hal yang bersifat ritual seperti pernikahan, peringatan tradisi-tradisi Jawa, pakaian adat seperti ini masih dipandang sebagai keharusan dan kepantasan.

Tradisi memakai kain jarit tentunya memang terus harus dilestarikan. Ini penting agar anak cucu kita nantinya juga tetap mengenal kebudayaan adi luhung. Setidaknya melalui lomba dan peringatan hari besar nasional macam hari Kartini inilah momentum melestarikan budaya bisa dilestarikan dan dikenalkan kepada generasi penerus bangsa.

Berita Terkait

post4

PENGADAAN AIR CONDITIONER DPPAD

Senin , 22 - Juni - 2015 | BPPD

PENGADAAN AIR CONDITIONER DPPAD   DANA Sumber Dana  : APBD Jateng Pagu                 : Rp.  1.745.000.000,- HPS        …